Assalamu'alakum :)
Saya punya sebuah cerita nih tentang Berhijab ( Memakai Jilbab)
A : "Ukht mau tanya. Kenapa hobby pakai jilbab panjang-panjang ya ukht?"
B : "Karena itu anjuran dari Allah SWT. Seperti firman Allah yang artinya seperti berikut :
يَٰٓأَيُّهَا
ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ
يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن
يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan
isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS: Al-Ahzab Ayat: 59)
A : "Tapi bagaimana kalau kita berjilbab panjang dan memakai pakaian longgar di bilang seperti ibu-ibu ya ukht?"
B : "Di bilang seperti ibu-ibu? Itu mah terserah mereka mau ngatain apa.Karena sudah jelas-jelas itu adalah perintah Allah SWT dan yang penting kita telah menjalankan perintah Allah."
Beginilah kehidupan. Kita yang jalanin, mereka yang ngomentarin.
Namun sesungguhnya, Pandangan Allah jauh lebih bermakna, jauh lebih penting daripada pandangan manusia.
Nah dari cerita di atas, kalau kita tersibukkan oleh perkataan orang, kita tidak akan dapat berbuat apa-apa, kita akan malu melakukan sesuatu, takut di celoteh orang lain. Karena hanya pemikiran orang terhadap kita saja yang kita fikirkan. Namun, langkah muhasabah masihlah panjang yang penuh dengan liku-liku.
Intinya "Ambillah hikmah dari celotehan tersebut. Semoga dengan ketabahan hati, kamu bisa menjalani semua liku-liku hidup."
Semoga bisa tetap Istiqomah :) Insyaallah ..... Allahumma Amin Ya Rabb..